INDONESIAN-ENGLISH CODE MIXING IN TOURISM CONTEXT
Abstract
Tujuan penelitian ini ialah mengetahui alasan karyawan industri pariwisata (M.akassar dan Toraja) menggunakan
model campur kode bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa (1) Penggunaan kata-kata bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia disebabkan oleh (a) kontak bahasa,
(b) pemenuhan kebutuhan, (c) kebiasaan mendengar kata-kata asing. (2) Penggunaan campur kode secara spontan
(3) Model yang digunakan adalah (a) awalan di- digunakan untuk membentuk kalimat pasif, awalan mengmembentuk
kalimat aktif, akhiran —an membentuk kata benda, akhiran —kan dalam bentuk kausatif dan
enklitik —ki, enklitik —nya membentuk posesif dan kata sandang tertentu, (b) bentuk kata benda dan kata kerja
yang tidak memiliki imbuhan bahasa Indonesia, (c) penggunaan kata sifat dan kata pinjaman tanpa imbuhan, (d)
frasa bahasa Inggris berstruktur bahasa Indonesia. (4) Kata bahasa Inggris yang belum memiliki padanan dalam
bahasa Indonesia dapat diajukan sebagai unsur-unsur pemerkaya kosakata bahasa Indonesia.
Abstract
The aims of this research are to know the reasons of tourism staff use code mixing model in his
communication. The research result shows that (1) the usage of English words in Indonesian
language caused by: (a) language contact, (b) need filling and (c) listening habit, (2) Indonesian-
English code mixing is normally used in specific situation and time. (3) Models occurred in
morphological structure are: (a) prefix di- is used to form passive, prefix meng- is used to form active,
suffix -an forms noun, suffix — kan is causative form, enclitics —ki, enclitics —nya is used to form
possessive and definite article, (b) noun and verb forms without having Indonesian affixes (c) using
adjective and borrowing words without affixes, (d) using Indonesian structure in English phrases. (4)
English words used in code mixing which does not have any Indonesian synonym can be suggested
as words to enrich Indonesian vocabularies.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baker, Collin. 2001. Foundiations of Bilingual
Education and Bilingualism. Clevedon:
Multilingual Matters.
Chaer, Abdul and Leonie Agustina. 1995.
Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta
Rineka Cipta.
Cristal, David. 1993. A Dictionary of Linguistics and
Ponetics. Cambridge: Blackwell
Publisher.
Hudson, RA. Hari. 1997. Sociolinguistics.
Cambridge. Cambridge University
Press.
Merriam-Webster. 1994. Merriam's Webster
Collegiate Dictionary. Spring field:
Merriam-Webster, Incorporated.
Mesthrie, Rajend, Joan Swann, Andrea Deumerte
& William L. Leap. 2000, Introducing
Sociolinguistics. Edinburgh: Edinburgh
University Press.
Odlin, Terence. 1997. Language Transfer. Crosslinguistic
Influence in Language Learning.
Cambridge University Press.
Ohoiwutun. Paul. 1997. Sosiolinguistik. Memahami
Bahasa dialam Konteks Masyarakat dan
Kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blanc.
Schendl, Herbert. 2001. Historical Linguistics. New
York: Oxford University Press.
Jacobson, Rodolfo. 1990. Code switching as a
Worldwide Phenomenon. New York:
Peter Lang.
Lee Mckay, Sandra and Hornberger, Nancy H.
Socio Linguistics and Language
Teaching. Cambridge: Cambridge
University Press.
Spolsky, Bernard. 2001. Sociolinguistics. New York:
Oxford University Press.
Sugono, Dendy and Sulady. 2000. Bahasa Indonesia,
Negara dan Era Globalisasi. Jakarta:
Himpunan Pembina Bahasa
Indonesia.
Marasigan, Elizabeth. 1983. Code-Switching and Code
-Mixing in Multilingual Societies.
Singapore. Singapore University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)