BENTUK DAN REFERENSI KATA MAKIAN DALAM BAHASA BUGIS
Abstract
This writing explorer the form and reference abusive word in buginese. Abusive word
in Buginese well known as rodda (makkarodda) is emotional language used to express
annoying, angry or dislike feeling toward something. Form of abusive word is
identified based on what is expressed by Buginese speaker when he or she is angry,
annoying, and so on. Beside that, listening attentively technique using. Dictionary of
Buginese-Indonesia is also applied, especially entry naming rough or taboo words.
The conclusion os abusive word in Buginese are: (1) abusive in word form, (2) abusive
in pharase form, and (3) abusive in clause form. While based on the reference, abusive
word in Buginese have several kinds of reference, that is: condition, animal,
supernatural creatures, things, part or body, kinship, and profession.
Abstrak
Tulisan ini mendeskripsikan tentang bagaimana bentuk dan referensi kata makian
dalam bahasa Bugis. Makian yang dalam bahasa Bugis dikenal dengan istilah rodda
(makkarodda) merupakan bahasa yang paling emosional yang digunakan untuk
mengekspresikan rasa jengkel, marah, atau ketidaksenangan terhadap sesuatu yang
tidak mengenakkan perasaan. Bentuk makian dalam bahasa Bugis ini diidentifikasi
berdasarkan makian-makian yang dilontarkan oleh masyarakat/penutur bahasa Bugis
ketika sedang marah, jengkel, dan sebagainya. Selain itu, juga digunakan tekhnik
penyimakan melalui Kamus Bahasa Bugis-Indonesia, terutama kata-kata yang berlabel
kasar atau tabu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk makian
dalam bahasa Bugis meliputi: (1) makian berbentuk kata, (2) makian berbentuk frase,
dan (3) makian berbentuk klausa. Sedangkan berdasarkan referensinya, kata makian
dalam bahasa Bugis memiliki beberapa jenis referensi, di antaranya: keadaan, binatang,
makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, dan profesi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alwi, Hasan, et al. 2005. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 1995.
Sosiolinguistik, Perkenalan Awal.
Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus
Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.
Kurniawan, Candra. 2009. Karakteristik
Bahasa Makian Mahasiswa Sastra
Indonesia Universitas Negeri Malang.
www. karya_ilmiah.um.ac.id
Leech, G.N. 1983. Prinsip-prinsip Pragmatik.
Dialibahasakan oleh M.D.D. Oka.
Jakarta: Universitas Indonesia.
Nababan. 1993. Sosiolinguistik (Suatu
Pengantar). Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik.
Bandung: Angkasa.
Said, M. Ide. 1997. Kamus Bahasa: Bugis-
Indonesia. Ujung Pandang: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Sumarsono dan Partana, Paina. 2004.
Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi,
Muhammad. 2006. Sosiolinguistik:
Kajian Teori dan Analisis.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Zetya I. 2008. Kata Umpatan adalah Sambal
Terasi Budaya Kita. www. forum.
Detik.com. Diakses 5 September 2009
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)