Mantra Kematian dalam Tradisi Akur Sunda Wiwitan: Tinjauan Semiotik C.S. Peirce di Kampung Pasir

Miftahul Malik, Rusmawanti Rusmawanti, Hani Andriyani

Abstract

This study aims to understand the meaning and symbols in death mantras used by the Akur Sunda Wiwitan indigenous community in Kampung Pasir, Garut. Charles Sanders Peirce's semiotic approach is used in this study to analyze the signs contained in the mantras, such as icons, indices, and symbols, and their role in death rites. The method used is qualitative-descriptive, with data collection through direct observation, interviews, and documentation. The results show that death mantras contain deep meanings that reflect the Sunda Wiwitan people's views on life, death, and human relationships with ancestors. The signs in the mantras function to connect the physical and spiritual worlds, as well as convey values related to respect, natural cycles, and understanding of the afterlife. This study also shows that semiotic analysis can help uncover hidden meanings in oral traditions, which have the potential to become teaching materials for the preservation of local culture.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan simbol dalam mantra kematian yang digunakan oleh masyarakat adat Akur Sunda Wiwitan di Kampung Pasir, Garut. Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis tanda-tanda yang ada dalam mantra, seperti ikon, indeks, dan simbol, serta perannya dalam ritus kematian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra kematian mengandung makna mendalam yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Sunda Wiwitan tentang kehidupan, kematian, dan hubungan manusia dengan leluhur. Tanda-tanda dalam mantra berfungsi untuk menghubungkan dunia fisik dan spiritual, serta menyampaikan nilai-nilai yang berkaitan dengan penghormatan, siklus alam, dan pemahaman tentang kehidupan setelah mati. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa analisis semiotik dapat membantu mengungkap makna tersembunyi dalam tradisi lisan, yang berpotensi menjadi bahan ajar untuk pelestarian budaya lokal.

Keywords

death spell; indigenous people; semiotics; sunda wiwitan; tradition of harmony

Full Text:

PDF

References

Agustin, N., & Setyawati, M. (2025). Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Tuturan M’Bei’I dalam Ritual Kematian Masyarakat Kutai Adat Lawas Desa Kedang Ipil. Literasi, 9(1), 161–167.

Aljamaliah, S. N. M., & Darmadi, D. M. (2021). Penggunaan Bahasa Daerah (Sunda) di Kalangan Remaja dalam Melestarikan Bahasa Nasional untuk Membangun Jati Diri Bangsa. Jurnal Ilmiah Sarasvati, 3(2), 123–135. https://doi.org/10.30742/sv.v3i2.1740

Amida, A. S. R., Werdiningsih, Y. K., & Sunarya. (2024). Struktur dan Fungsi Mantra Tradisi Nyapih di Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 6(2), 103–110. https://doi.org/10.32585/kawruh.v6i2.5814

Barella, Y., Aminuyati, A., Saidi, N., Aprilia, A. R. P., Arianto, A., Amanda, Y., Soraya, A., & Yusuf, A. (2024). Adat Istiadat Kematian dan Kelahiran Suku Dayak Banyadu. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 6(2), 236–244. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i2.61023

Cahyono, P. T. (2024). Metode Penelitian Kualitatif. Gramedia Pustaka Utama.

Cristianingsih, A., Kurniawan, F. A. I. A., Ewaldo, A. R., & Agus Widodo. (2024). Paham Ketuhanan “Pikukuh Tilu” dalam Ritual Seren Taun Penghayat Kepercayaan Sunda Wiwitan. Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi, 15(2), 181–192. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v15i2.3540

Damayanti, F. N. V., Adji, F. T., & Taum, Y. Y. (2024). Makna dan Fungsi Mantra dalam Upacara Adat Nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian Tradisi Lisan. Sintesis, 18(1), 1–14. https://doi.org/10.24071/sin.v18i1.6079

Deha, D. (2025). Ritual Mistis dalam Tradisi Sunda Wiwitan (Kajian Antropologi Agama). Jurnal Administrasi Perkantoran, Kesekretarisan, Manajemen, Perhotelan, Pariwisata, dan Logistik, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.3333/lbs.v11i1.72

Fadillah, T. N. (2021). Tu’ukng Beneeq dalam Ritual Tota Timul Kematian Suku Dayak Benuaq Desa Tanjung Isuy Kecamatan Jempang Kutai Barat. Institus Seni Indonesia.

Fatimah, D., Pebrianti, R., Melvina, Y. D., & Nurhadi, Z. F. (2023). Makna Simbolik Sunda Wiwitan dalam Tradisi Meungkeut Bumi. Jurnal Komunikasi dan Media, 7(2), 126–143.

Fatimah, S. (2020). Semiotika Dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat (ILM). In Journal GEEJ (Vol. 7, Issue 2).

Fikry, M. F. Al, Mustamar, S., & Pudjirahardjo, C. (2019). Mantra Petapa Alas Purwo: Kajian Semiotika Riffaterre. Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 20(2), 108–119.

Hendra, Mardian, & Mulyani, S. (2019). Fungsi dan Makna Mantra Urut pada Masyarakat Bentunai di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Cakrawala Linguista, 2(2), 101–107. https://doi.org/10.26737/cling.v2i2.1663

Isnaini, H. (2018). Ideologi Islam-Jawa pada Kumpulan Puisi Mantra Orang Jawa Karya Sapardi Djoko Damono. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.31503/madah.v9i1.660

Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Buku Kompas Media Nusantara.

Khasanah, N., Subiyanto, A., & Nurhayati, N. (2022). Komunikasi Maten Wela pada Ritual Kematian Masyarakat Kedang Nusa Tenggara Timur. PRASASTI: Journal of Linguistics, 7(1), 97–109. https://doi.org/10.20961/prasasti.v7i1.41320

Koentjaraningrat. (1985). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Djambatan.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Rineka Cipta.

Malik, M. (2015). Struktur, Konteks Penuturan, Simbol, Makna, dan Fungsi Mantra Perkawinan pada Masyarakat Adat Rancakalong, Kabupaten Sumedang serta Upaya Pelestariannya. Universitas Pendidikan Indonesia.

Mu’arrof, A. Q. (2022). Analisis Semiotik Novel Gadis Pesisir. Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Program Guru Penggerak, 2(1), 2846–2853.

Pambudi, F. B. S. (2023). Buku Ajar Semiotika. Gramedia Pustaka Utama.

Perez, Y. A., Santana, A. R., Perez, L. P., Diaz, A. duarte, & Garcia, V. R. (2022). Effectiveness of Mantra-Based Meditation on Mental Health: A Systematic Review and Meta-Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(6), 3380–3390. https://doi.org/10.3390/ijerph19063380

Putra, C. J. H., Ichsan, F. D., & Indrian, T. G. A. (2023). Analisis Pengaruh Sunda Wiwitan Terhadap Gaya Hidup Masyarakat Suku Baduy. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(2), 1–25. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx

Qori’ah, A., Azhari, W., & Arsyada, R. M. Z. (2018). Sastra Lisan Mantra Ujub-Ujub: Makna dan Fungsinya dalam Masyarakat Desa Karangrejo Kabupaten Malang Jawa Timur. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.29407/jbsp.v2i2.12133

Rahardi, R. K., & Firdaus, W. (2023). Expert judgements of integrated cyberpragmatics learning model with socio-semiotics multimodality-based cybertext contexts. Aksara, 35(2), 211-227.

Rahmah, F. A. (2024). Mantra Jampe Nyeuri Beuteung dan Jampe Muriang di Suku Sunda: Kajian Semiotik. Literature Research Journal, 2(1), 1--9. https://doi.org/10.51817/lrj.v2i1.784

Satimin, S., Ismail, I., & Marhayati, N. (2021). Nilai-Nilai Filosofis Upacara Hari Kematian dalam Tradisi Jawa Ditinjau dari Perspektif Sosial. Dawuh, 2(2), 61–68.

Sorayah. (2014). Fungsi dan Makna Mantra Tandur di Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, 2(2), 1–12.

Suswanto, E. (2000). Bentuk dan Isi. CV Angkasa.

Wadhah, A., Sunliensyar, H. H., & Irsyad Leihitu. (2025). Mantra dalam Dua Prasasti Timah Koleksi Rumah Menapo Jambi: Indikasi Praktik Ritual Masyarakat Sumatra Kuno. AMERTA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 43(1), 21–46. https://doi.org/10.55981/amt.2025.5675

Wigrahanto, K., Dermawan, T., & Sulistyorini, D. (2023). Fungsi Mantra Kenduri dalam Upacara Adat Keduk Beji. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 7(2), 295–307. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.26383

Refbacks

  • There are currently no refbacks.