Proteksi Lingkungan Berbasis Budaya Lokal dalam Novel Indonesia: Studi Ekokritik Pada Novel-Novel Kontemporer

Arisa Arisa, Abdul Kadir, Nur Rahmi, Maria Ulviani

Abstract

Literature as a representation of culture also records society's perspective on nature and the environment. This study aims to analyze local culture-based environmental protection in Indonesian novels. This study uses a qualitative descriptive approach with Koentjaraningrat's theory as the basis for analysis. Data collection techniques were carried out through documentation, reading, and recording. Data analysis included three stages data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that local culture based environmental protection in Indonesian novels is reflected through elements of customs, belief systems, sacred values, and religiosity. These findings emphasize that local wisdom values play an important role in environmental conservation, and local culture can serve as an alternative solution to ecological challenges in the modern era. Thus, literature not only functions as a means of artistic expression but also as an educational medium capable of fostering ecological awareness among the community through the cultural values passed down through generations.

 

Abstrak

Sastra sebagai representasi budaya turut merekam cara pandang masyarakat terhadap alam dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proteksi lingkungan berbasis budaya lokal dalam novel Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Koentjaraningrat sebagai landasan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, membaca, dan pencatatan. Analisis data mencakup tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi lingkungan berbasis budaya lokal dalam novel Indonesia tercermin melalui unsur adat-istiadat, sistem kepercayaan, nilai-nilai keramat, dan religiusitas. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan dan budaya lokal dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan ekologis di era modern sehingga sastra tidak hanya berperan sebagai sarana ekspresi artistik, tetapi juga sebagai medium edukatif yang mampu membangun kesadaran ekologis masyarakat melalui nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Keywords

Pembelajaran Berdiferensiasi; Literasi Berbicara; Penelitian Eksperimental; Siswa

Full Text:

PDF

References

Anggarista, R., & Munasip. (2020). Narasi Pastoral dan Kritik Ekologi dalam Antologi Cerpen Temukan Warna Hijau yang Diprakasai Reni Erina (Kajian Ekokritik Sastra). PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya, dan Pariwisata, 1(2), 84-98. https://doi.org/10.51673/penaoq.v1i2.403

Apriliadi, F., & Efendi, A. (2018). Upaya Pelestarian Lingkungan Pesisir dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 163-173.

https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v18i2.15506

Arifiyani, F. (2018). Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari: Kajian Ekokritik Greg Garrard. Jurnal Sapala, 5(1), 1-11.

Arisa, Arafah, M., & Srimularahmah, A. (2025). Pemertahanan Kearifan Lingkungan dalam Novel Indonesia. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(2), 1539-1550. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5027

Busairi, M., Supratno, H., & Tjahyono, T. (2021). Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi'ah Al-Ma'rab: Kajian Ekokritik. Mabasan: Masyarakat Bahasa dan Sastra Nusantara, 15(1), 165-180.

https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.449

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Media Pressindo.

Fatimah, Y., Waluyo, H. J., & Waluyo, B. (2021). Ekokritik pada Novel Kekal Karya Kalu Kancana serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 313-332. https://doi.org/10.20961/basastra.v9i2.53185

Febriyanti, N. E., Zulianto, S., & Setiawan, B. (2023). Kajian Ekokritik dalam Novel Sokola Rimba Karya Butet Manurung dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Basastra: Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya, 11(2), 526-541. https://doi.org/10.20961/basastra.v

Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.

Jannah, N., Juanda, & Abidin, A. (2024). Pelajaran Ekologis dari Sastra: Kearifan Lokal dalam Novel Upacara. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(4), 994-1003. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i4.1144

Juanda, & Afandi, I. (2024). Harmoni dan Konflik: Eksplorasi Isu Lingkungan Cagar Alam Novel Kekal Karya Jalu Kencana. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 13(1), 13-25. https://doi.org/10.26499/jentera.v13i1.7060

Kejora, K. (2015). Rindu Terpisah di Raja Ampat. Zettu.

Khayatun, N., & Sukmawan, S. (2024). Kebencanaan dalam Novel Anak-Anak Pangaro Karya Nun Urnoto El-Banbary: Kajian Ekokritik Sastra. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 81-95.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Antropologi. Rineka Cipta.

Lestari, C. R. (2024). Intertekstual Dekonstruktif Tradisi Pemujaan Dewi Sri dan Dewi Lanjar: Kajian Ekofeminisme dalam Cerita Rakyat. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 4(1), 46-61.

Lestari, D. (2012). Supernova: Partikel. Bentang Pustaka.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. UIP.

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Cakra Books.

Nur, D. A., Saguni, S. S., & Afandi, I. (2024). Relasi Antar Tokoh dan Lingkungan Alam dalam Novel Serdadu Pantai Karya Laode Insan: Kajian Ekokritik Glotfelty. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 5(3), 440-449. https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i3.66157

Pradana, A. (2019). Sastra hijau: Pendidikan Konservasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan dan Sastra, 6(2), 112-120.

Putria, N. Q. H., Afifah, N. F., & Rahman, H. (2019). Kearifan Lingkungan Masyarakat Dayak Benuaq dalam Novel Api Awan Asap: Kajian Ekokritik Giiford. Jurnal Satwika, 3(2), 132-141.

https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol3.No2.132-141

Rahman, H., & Sanjaya, A. T. (2024). Kearifan Ekologi dalam Novel Bara Karya Febrialdi R. sebagai Pemahaman Nilai Pendidikan Lingkungan. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 135-143. https://doi.org/10.31000/lgrm.v13i2.11615

Rahmaniah, N. F., Lestari, W. A., Kartika, L., & Mulyaningsih, I. (2024). Representasi Kearifan Lokal pada Novel Sang Maha Sentana Karya Filiananur: Kajian Sosiologi Sastra. Literature Research Journal, 2(2), 14-25.

https://doi.org/10.51817/lrj.v2i2.891

Rahmayati, R., & Rengganis, R. (2019). Representasi Keindahan dan Kesadaran Lingkungan dalam Novel Indonesia Kontemporer: Kritik Sastra Berspektif Ekologi. Jurnal Lentera, 2(1), 97-115.

Rahmat, W., Putri, Y. Z., & Firdaus, W. (2021). Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 170-181.

Rampan, K. L. (2015). Api Awan Asap. Grasindo.

Rini, W. P. (2018). Paradoks Narasi Penyelamatan Keseimbangan Ekosistem dalam Novel Kailasa Karya Jusuf An Kajian Ekokritik. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 6(2), 122-132.

https://doi.org/10.22146/poetika.v6i2.40298

Riska, D., Nuke, A., & Wahu, I. (2022). Analisis Ekokritik Sastra pada Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari. Journal of Science, Education and Studies, 10(1), 133-144.

https://doi.org/10.25299/geram.2022.vol10(1).7458

Rohman, S. N. (2023). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Kuta dalam Membangun Rumah Adat sebagai upaya Pelestarian Lingkungan Hidup. Geography Science Education Journal (GEOSEE), 4(2), 40-49.

Rukayah, S. (2020). Representasi Bencana dan Perubahan Ekologi dalam Novel Indonesia Kontemporer. Jurnal Humaniora, 32(1), 23-35.

Sibarani, R. (2013). Kearifan Lokal: Identitas Budaya dan Integrasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Sihotang, A., Nurhasanah, E., & Triyadi, S. (2021). Analisis Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 141-158. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i2.1482

Somadayo, S., Wardianto, B. S., & Kurniawan, H. (2022). Problematika Ekologi dalam Novel Sumi Karya Jazuli Imam (Kajian Ekokritik Sastra). Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(2), 155-169. https://doi.org/10.31503/madah.v13i2.45

Sutendy, U. (2015). Baiat Cinta di Tanah Baduy. Adhi Kreasi.

Syamil, I., Yasa, I. N., & Sriasih, S. A. P. (2020). Kritik Pengarang terhadap Pembalakan Hutan pada Novel Nyanyian Kemarau dan Tangisan Batang Pudu: Kajian Ekokritik dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 29-40. https://doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1.24538

Syarif, N. A., Tang, M. R., & Usman. (2022). Kearifan Lingkungan Desa dalam Novel Indonesia Mutakhir: Kajian Ekokritik Sastra. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(1), 10-28.

https://doi.org/10.31503/madah.v13i1.412

Teeuw, A. (2018). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Wati, A. F., Wulandari, A., & Nugraheni, M. W. (2021). Kearifan Lingkungan dalam Novel Amelia karya Tere Liye dan Implementasinya sebagai Materi Ajar Sastra di SMA. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 112-121.

Wiyatmi. (2013). Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia. Kanwa Publisher.

Yulantomo, A., Hidayat, R., & Nelfita, Y. (2024). Isu Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Hikayat Bunian: Kajian Ekokritik. Geram, 12(1), 166-178.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.