THE ANIMATED CARTOON "NUSSA": AESTHETICS AS AN EDUCATIONAL VALUE AND SCRIPT IDEATION FOR CHILDREN'S THEATER (Kartun Animasi "Nussa": Estetika sebagai Nilai Edukatif dan Ide Naskah Teater Anak)

Herwan Fakhrizal, Awerman Awerman, Nurmalena Nurmalena, Idun Ariastuti

Abstract

This critical academic article examines the significant and aesthetic educational values portrayed by Nussa's animated cartoon characters. The study employs a descriptive and qualitative research approach, focusing on the animated cartoon characters from the Nussa series as research subjects. The data collection process involved purposive sampling techniques, observation methods, literature studies, and the application of semiotic analysis developed by Roland Barthes. The findings indicate that the characters in the Nussa animated cartoon series possess substantial educational value, encompassing various aspects such as patience, sibling affection, resilience against shortcomings, simplicity in lifestyle, promotion of positive language, encouragement of remembrance of God (dhikr), and cultivation of tolerance. Moreover, the cartoons consistently emphasize the significance of comprehensive education that prioritizes critical thinking. Considering these findings, this article suggests that Nussa's animated characters can serve as a reference point for theater playwrights aiming to develop high-quality and educational scripts for children.

 

Abstrak

Artikel akademis kritis ini mengkaji nilai-nilai pendidikan yang signifikan dan estetis yang digambarkan oleh tokoh-tokoh kartun animasi Nussa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan kualitatif dengan fokus pada karakter kartun animasi dari serial Nussa sebagai subjek penelitian. Proses pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling, metode observasi, studi literatur, dan penerapan analisis semiotik yang dikembangkan oleh Roland Barthes. Temuan menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam serial kartun animasi Nussa memiliki nilai pendidikan yang tinggi, meliputi berbagai aspek seperti kesabaran, kasih sayang saudara, ketahanan terhadap kekurangan, kesederhanaan dalam gaya hidup, promosi bahasa positif, dorongan mengingat Allah (dzikir), dan penanaman toleransi. Selain itu, kartun-kartun tersebut secara konsisten menekankan pentingnya pendidikan komprehensif yang mengedepankan pemikiran kritis. Mempertimbangkan temuan ini, artikel ini menunjukkan bahwa karakter animasi Nussa dapat menjadi referensi bagi penulis drama teater yang bertujuan untuk mengembangkan skrip pendidikan berkualitas tinggi untuk anak-anak.

Keywords

animasi; kartun; pendidikan; Nussa

Full Text:

PDF

References

Alam, M. S. (2021). Nilai-Nilai Keislaman Film Lima Penjuru Masjid dalam Membangun Karakter Remaja Muslim. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Anggoro, A. R. P. (2016). Konsep-Konsep Dasar Semiotika Struktural pada Momen Ilmiah Roland Barthes. ISI Surakarta. http://repository.isi-ska.ac.id/3278/

Aziz, Z. (2019). Fluxus Animasi dan Komunikasi di Era Media Baru Digital. Channel: Jurnal Komunikasi, 7(1), 49. https://doi.org/10.12928/channel.v7i1.13017

Charles, Kiruba; Selvi, V. A. (2016). Value Education. Neelkamal.

Curtin, B. (2006). Semiotics and Visual Representation. http://www.arch.chula.ac.th/ejournal/files/article/lJjpgMx2iiSun103202.pdf

Gumelar, M. . (2011). Comic Making. Indeks.

Hakim, Muhammad Aufa; Rochim, M. (2020). Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Film Animasi Toy Story 4. Prosiding Manajemen Komunikasi.

Hidayat, A. (2017). Penjelasan Teknik Purposive Sampling Lengkap Detail. Statistikian. https://www.statistikian.com/2017/06/penjelasan-teknik-purposive-sampling.html

Karakas, R. (2012). The Use of Cartoons for Developing the Skills of Understanding and Analyzing of Children in Preschool Period. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46, 3026–3030. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.003

Khoiriyah, I. (2018). Analisis Nilai-Nilai Karakter dalam Film Animasi Toy Story. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.

Kunnunkal, F. T. . (2012). Values Education, A Handbook for Teachers. CBSE.

Maryelliwati, M., Rahmat, W., & Rahmad, H. A. (2020). Peristiwa, Makna dan Pengembangan Kesenian di Padangpanjang sebagai Sebuah Pelestarian. Journal Asian Community Education, 1(1), 28-36. https://doi.org/10.51817/jpdr.v2i1.196

Maryelliwati, M., Rahmad, H. A., & Charaka, K. P. (2022). Minangkabau Traditional Theater In The Framework Of Discourse Studies. Journal of Pragmatics and Discourse Research, 2(1), 31-38.

Maryelliwati, M., Efrinon, E., Wahyuni, W., & Syofia, N. (2022). How to Use Kinship Greetings in Everyday Life in Minangkabau and ItS Implementation in Scriptwriting. Aksara, 34(2), 244-253.

MIAS. (2020). Fungsi Penting Lahan Basah bagi Makhluk Hidup. MIAS (Media Informasi Pecinta Satwa). https://yayasanpalung.-com/

Munir. (2012). MULTIMEDIA: Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan. Penerbit Alfabeta.

Nurrohmana, Ubaidillah Amin; Rafiyanaa, Devi; Sufantia, M. (2022). Pergeseran Watak dan Pesan Moral Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih Pada Era Digital. Indonesian Language Education and Literature, 7(2), 414 – 424. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.10059

Ramadhoni, A. E., & Sugihartono, R. A. (2020). Representation of Nostalgia in The Program Memori Melodi in TVRI National. CAPTURE: Jurnal Seni Media Rekam, 12(1), 72–85.

https://doi.org/10.33153/capture.v12i1.2674

Refbacks

  • There are currently no refbacks.