RUKUN ISLAM DALAM KALINDAQDAQ
Abstract
The spread of Islam was done peacefully by involving the joints of life. One of life aspect was under the influence and being the media of Islamic spreading was literary arts. In Mandar, a poem, called kalindaqdaq, was not also missed from the influence of Islam. This paper aimed at describing the kalindaqdaqand revealing the five pillars of Islam contained in the kalindaqdaq stanzas. Method applied in the study was descriptive. Technique of collecting data used recording technique. The data then was transcribed and translated. The study found 50 kalindaqdaq relating to the five pillars of Islam, in details those were: 1) nine stanzas discussed the five pillars of Islam in general, 2) seven stanzas relating to creed, 3) nineteen stanzas relating to prayer, 4) five stanzas relating to zakat, 5) five stanzas relating with fasting, and 6) five stanzas relating to pilgrimage to Mecc
Abstrak Penyebaran agama Islam disiarkan secara damai dengan memasuki sendi-sendi kehidupan. Salah satu sendi kehidupan yang mendapat pengaruh dan menjadi media penyiaran Islam adalah seni sastra. Di Mandar, sastra sejenis pantun yang disebut kalindaqdaq tidak luput dari pengaruh ajaran agama Islam. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kalindaqdaq dan mengungkap rukun Islam yang ada dalam bait-bait kalindaqdaq tersebut. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman. Data yang terekam ditranskrip dan diterjemahkan. Penelitian ini menemukan 50 bait kalindaqdaq yang berkaitan dengan rukun Islam, dengan rincian: 1) sembilan bait yang membahas secara umum tentang rukun Islam, 2) tujuh bait yang berkaitan dengan salawat, 3) sembilan belas bait yang berkaitan dengan salat, 4) lima bait yang berkaitan dengan zakat, 5) lima bait yang berkaitan dengan puasa, dan 6) lima bait berkaitan dengan ibadah haji.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A. Teew. 1991. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya
Danandjaya, James. 1991. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Departemen Agama II. 1996. Al Qur'an dan Terjemahnya. Jakarta: Indah Press
Idham. 2008. Kalindaqdaq Masaala Dalam Bahasa Mandar. Makassar: Indobis.
Idham dan Saprillah. 2011. Malaqbiq Identitas Orang Mandar. Yogyakarta: Zada Haniva, h. 54
Mandra, A. Muis dan Abdul Muthalib. 1991. Ditirakkaqna Alang. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Mandra, Abd. Muis 2010. Caeyyana Mandar: Nafst Kalindaqdaq Dalam Butir-Butir Pancasila. Majene: Pemda Kabupaten Majene - Yayasan Saq Adawang
Muthalib, Abdul dan Zain Sangi.1991. Puisi Kalindaqdaq Mandar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Muthalib, Abdul, dkk. 1986. Pappasang dan Kalindaqdaq Mandar. Ujungpandang: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi Selatan
Nawawi, Imam. tth. Hadits Arbain an Nawawiyah terjemah Bahasa Indonesia. Surabaya: Publisher. diterjemahkan oleh Agus Waluyo, hadits ketiga.
Syahril, Nur Azizah. 1997. Nilai Religi Dalam Kalindaqdaq Mandar. Dalam Buku Bunga Rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra, hal. 329-380. Ujung Pandang: Balai Penelitian Bahasa Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Verhaar, JWM. 1993. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Yasil, Suradi, dkk. 1984.Inventarisasi, Transkripsi, Transliterasi, Penerjemahan, serta Penulisan Latar Belakang Isi Naskah Kuno/ Lontar Mandar (Lontar Pattappingang). Jakarta: Departemen Pendidikan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Inventarisasi Dokumentasi Kebudayaan Daerah.
Yasil, Suradi. 1982. Kalindaqdaq Mandar dan Beberapa Temanya. Ujungpandang: Balai Penelitian Bahasa.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)