FIKSIONALITAS SASTRA BUGIS KLASIK I LA GALIGO
Abstract
This research aims to describe the fictionalities of classical Buginese literature, under the tittle of I La Galigo. Regarding the objective, the writer applies qualitative descriptive method through archetypal approach. Moreover, the techniques of this research are reading-listening and content analysis. The data of this research is the story of I La Galigo 1 of NBG188 version compiled by Arung Pancana Toa, a famous classical Buginese literature of its fiction from its age until today. The story has been chronicled and published by Djambatan in 1995. Based on the result of the analysis, it is found that the fictionalitises implied in I La Galigo are fictional events, such as: (1) fictionality of miracle experienced by Batara Guru down to the earth, (2) fictionality of day and night change in a short time, (4) fictionality of We Nyiliq Timoq incarnation above the water, (5) fictionality of miracle of We Nyiliq Timoq's heading to the land, and (6) fictionality of Batara Lattuq's birth.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai fiksionalitas yang terkandung dalam sastra Bugis klasik yang berjudul I La Galigo. Berkenaan dengan tujuan tersebut, penulis menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan arketipal. Adapun teknik penelitian yang ditempuh berupa: baca-simak dan analisis konten. Data dalam penelitian ini adalah kisah I La Galigo jilid 1 menurut naskah NBG 188 yang disusun oleh Arung Pancana Toa, salah satu bentuk sastra Bugis klasik yang sangat terkenal dengan fiksinya sejak zamannya hingga kini. Kisah tersebut telah dibukukan dan diterbitkan oleh Djambatan, tahun 1995. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa fiksionalitas yang terkandung dalam kisah I La Galigo berupa peristiwa-peristiwa fiksi, antara lain: (1) fiksionalitas keajaiban yang dialami oleh Batara Guru turun ke bumi, (2) fiksionalitas pergantian siang dan malam dalam waktu singkat, (4) fiksionalitasp enjelmaan We Nyiliq Timoq di atas permukaan air, (5) fiksionalitas keajaiban penjemputanWeNyiliqTimoq menujudaratan, dan (6)fiksionalitaskelahiran Batara Lattuq.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Fachruddin, A.E., dkk. 1981. Sastra Lisan Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Fiksi dan fiksionalitas. 2013. http://id.wikipedia. org/wiki/Fiksi, diunduh tanggal 29 Januari 2013.
Junus, Umar. 1983. Dari Peristiwake Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Luxemburg, Jan Van, et.al. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: PT Gramedia.
Maleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Pramesti, Olivia Lewi. 2012. http:// nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/ la-galigo-kitab-sakral-orang-bugis, diunduh tanggal 29 Januari 2013.
Ram, Nunding dan Bandung, A.B. Takko. 2011. I La Galigo seri 1. Makassar: Pustaka Refleksi.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Roesman. 2012. Epos I La Galigo: dari langit ke langit.
http://roesman.blogspot.com/2012/03/epos-ila-galigo-dari-langit-kembali-ke.html, diunduh tanggal 1 Maret 2013.
Semi, M. Atar. 1990. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Sikki, Muhammad. 1994. Eksistensi Elong sebagai Cipta Sastra. Ujung Pandang: Balai Penelitian Bahasa, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi IV. http:// pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/, diunduh tanggal 1 Maret 2013.
Wahid, Sugira. 2004. Kapita Selekta Kritik Sastra. Makassar: CV Berkah Utami.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)