KEARIFAN LOKAL DALAM PAPPASENG BUGIS
Abstract
The aim of the research is to describe a set of local wisdom in pappaseng and its relevance with recent life. Having been analyzed using descriptive method, local wisdom found is honesty, consistency, sirik, ethos, cooperation, and solidarity. It can be concluded that local wisdom in pappaseng is still relevant to the time. Therefore, local wisdom as identity of nation needs to be revitalized, especially for young generation in the global era and in the future.
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sejumlah kearifan lokal dalam pappaseng dan relevansinya dengan kehidupan sekarang. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode deskriptif, ditemukan kearifan lokal yang berupa, kejujuran, keteguhan, sirik, etos kerja, kegotong-royongan, dan solidaritas. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat dipastikan pula bahwa kearifan lokal dalam pappaseng masih sangat relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, kearifan lokal sebagai jati diri bangsa perlu direvitalisasi, khususnya bagi generasi muda dalam percaturan global saat ini dan pada masa datang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdurrahman, H. 2007.”Pelestarian Kerifan Lokal melalui Pewarisan Bahasa Bugis”. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan. Makassar: Hotel Clarion.
Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.
Machmud, Andi Hasan. 1976. Silasa. Ujung Pandang: Perwakilan Departemen Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Nashir, Haedar. 2003. “Menggali Kearifan Menghalau Kerakusan” (http:// bijakberkata, blogspot,com/2008/06/ menggali-kearifan-menghalaukerakusan,htm/).Diakses tanggal 5 April 2010.
Palippui, H. et al. 1992. Ada Sulasana Ugi Masagalae. Sengkang: Yayasan Kebudayaan Mini Latenribali.
Rahim, A. Rahman. 1985. Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Ujung Pandang: Lephas Unhas.
Sikki, Muh. et al. 1991.Nilai-Nilai Budaya dalam Susastra Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Sudyarto DS, Sides. 2005. Kebudayaan dan Nasinalisme Poskolonial. Jakarta: PT Gramedia.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya-Grimukti Pusaka.
Wacik, Jero.2005. ”Kearifan Lokal Seharusnya Dapat Atasi Persoalan Bangsa” (http://www.kompas.com/ gaya hidup/ news/0508/05/184117,htm.). Diakses tanggal 3 April 2010
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990.Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: PT Gramedia.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)