“BUE-BUE” DALAM PANDANGAN RICOEUR: MENINJAU KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BAJO

NFN Uniawati

Abstract

Bue-Bue is one of traditional songs which used as lullaby song. The most important thing from this song is meaning implied actually many  reflect social and cultural condition of Bajo as coastal society. This writing aims to describe  meaning implied in  that song. Therefore, analysis done focuses on  descriptive kualitative by applying hermeneutic theory of Ricouer. This analysis then uncovers unity of context relating to social condition of Bajo tribe. Religious advice and message that dominate the content is more oriented to life in the sea and able to be guidance for living in society. 


Abstrak Bue-bue merupakan salah satu nyanyian tradisional masyarakat Bajo yang digunakan sebagai nyanyian pengantar tidur anak. Hal yang terpenting dari nyanyian ini adalah kandungan makna yang terkandung di dalamnya ternyata memungkinkan untuk menemukan sebuah fakta yang dapat merefleksikan tentang kondisi sosial budaya masyarakat Bajo sebagai masyarakat pelaut. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam nyanyian tersebut. Untuk itu, analisis yang dilakukan berpijak pada metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan paradigma Hermeneutik Ricoeur. Analisis ini kemudian melahirkan satu kebulatan konteks mengenai kondisi kemasyarakatan suku Bajo. Petuah-petuah dan amanah yang mendominasi isi dari bue-bue lebih berorientasi pada kehidupan di laut dan  dapat dijadikan sikap keteladanan hidup bermasyarakat.

Keywords

Bue-bue; hermeneutic Ricoeur; local genius; hermeneutik Ricoeur; lokal genius

Full Text:

PDF

References

Danandjaja, James. 1986. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Grafitipers.

Juhl, PD. 1980. Interpretation: An Essay in the Philosophy og Literary Criticism. Princeton-New Jersey: Princeton University Press.

Luxemburg, Jan Van, dkk. 1989. Pengantar Ilmu Sastra (diindonesiakan Dick Hartoko). Jakarta: Gramedia.

Ratna, Nyoman Kutha. 2006. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ricoeur, Paul. 1981. Hermeneutics and The Human Sciences: Essays on Language, Action, and Interpretation. Cambridge: Cambridge University Press.

-------. 2006. Hermeneutika Ilmu Sosial (diindonesiakan Muhammad Syukri). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Sugono,Dendy., dkk. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi IV). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Uniawati. 2007. “Mantra Melaut Masyarakat Suku Bajo: Interpretasi Semiotik Riffatere”. Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang: Belum diterbitkan.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan (diindonesiakan Melani Budianta). Jakarta: Gramedia.

http://www.fsrd.itb.ac.id/wp-content/uploads/ 5%20Hermeneutika%20nya%20P.% 20 Acep.pdf. Diakses 5 Januari 2010.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.