PERILAKU BERBAHASA ANTARA WANITA DAN PRIA: FENOMENA PERBEDAAN BERBAHASA BERDASARKAN SOSIOKULTURAL

Nuraidar Agus

Abstract

This writing is library research relating to language function and social status, especially sex. It is intended to inform the characteristic diversity of woman and man language. The sex role actually can create diversity or language variation. Besides that, it can be a proof of social value and sign that in communication activity between woman to woman, man to woman enables language misunderstanding happen. Generally, woman and man have different stereotypes or language attitudes. Even though it is considered as variation, but it is reflection of social reality. Based on developing theory and phenomenon, woman speaker gives higher positive attitude than man. On the side of orderliness and neatness woman’s speech is more conservative and tends to the usage of more standardized and privilege language.  

Abstrak Tulisan ini merupakan sebuah kajian pustaka yang terkait dengan fungsi bahasa dan status sosial, terutama jenis kelamin. Kajian pustaka ini bermaksud untuk menginformasikan adanya perbedaan karakteristik perilaku berbahasa wanita dan pria.  Peranan jenis kelamin  (sex role) ternyata dapat  menciptakan  perbedaan atau variasi dalam berbahasa.  Kecuali itu, dapat menjadi bukti nilai sosial sekaligus penanda bahwa dalam aktivitas berkomunikasi antara penutur wanita dan wanita, pria dan wanita, atau antara  penutur wanita dan pria, memungkinkan terjadinya kesalahpahaman berbahasa. Secara umum, wanita dan pria memiliki streotipe atau pola tingkah laku bahasa yang berbeda. Sekalipun  dianggap sebagai variasi, tetapi gejala itu merupakan pencerminan kenyataan sosial. Berdasarkan teori dan fenomena yang berkembang  bahwa penutur wanita memberikan sikap positif yang lebih tinggi daripada pria. Dari sudut  pandang ketertiban dan kerapihan pun tuturan wanita lebih konservatif dan lebih mengarah pada penggunaan kaidah berbahasa yang lebih baku dan prestisius.

Keywords

language attitude; woman and man; perilaku berbahasa; wanita dan pria

Full Text:

PDF

References

Barbara and Allan Pease. 2001. London: Institute of Psychiatry, www.georgetown.edu/fakulty/bassr/ githens/covr511.htm. Diakses tgl.10 Maret 2009, 12.27 pm

Coates, Jeniffer. 1986. Women, Men, and Language. A Sociolinguistics Account of Sex Differences in Language. London and New York: Longmann

Graddol, David and Joan Swann. 2003. Jender Voices, Telaah KritisRelasi bahasaJender. Dialihbahasakan oleh M.Muhith. Pasuruan: Pedati

Labov, William. 1972. Sosiolinguistics Patterns. Philadelphia: University of Pensylvania Press.

Lakoff, Robin. 1975. Languange and Women’ Place. New York : Harper and Row.

Publishers (http:/linguistics. Berkeley. Edu/BWLG/conv92 HTML, Diakses tgl. 11 November 2008.

Milroy, Leslie. 1976. Observing and Analysing Natural Languange. Oxford: Basil Blackwell.

Talbot, Mary M. 1998. Language and Jender. Cambridge: Polity Press.

Tannen, Deborah. (ed) 1992. Gender and Conversational Inteaction. Oxford: Oxford University Press.

__________.1994. Gender and Discourse. New York Oxford: Offord University

Wareing, Shan (1999). Languange and Gender dalam Thomas, Linda & Wareing, S. (ed) Languange, Society, and Power. London: Routledge

Refbacks

  • There are currently no refbacks.