FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA KUANTITAS PEMAKAIAN BAHASA CINA PADA ETNIS CINA DI DENPASAR SELATAN (
Abstract
Abstrak Kelompok etnis Cina di Kota Denpasar Selatan hidup membaur dengan masyarakat Bali yang secara mayoritas menggunakan bahasa ibu, bahasa Bali. Dengan keadaan seperti ini, anggota kelompok etnis Cina akan berusaha pula untuk menguasai bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat di sekitarnya, yaitu bahasa Bali. Situasi ini mendorong anggota kelompok etnis Cina untuk menjadi seorang yang dwibahasawan, bahkan multibahasawan. Pemakaian bahasa Bali sebagai bahasa komunikasi sehari-hari atau bahasa pergaulan oleh kelompok etnis Cina melainkan semata-mata pada saat berbicara kepada kelompok lain (masyarakat Bali), juga kepada keluarganya yang sama-sama dari etnis Cina dalam kelompoknya sendiri. Hal ini tampak pada kekerapan pemakaian bahasa Bali, baik di dalam rumah tangga maupun di luar rumah tangga. Selain itu, data kualitatif yang berupa percakapan juga menunjang keadaan seperti itu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bell, Roger T. 1998. Sociolinguistics: Goals, Approaches, and Problems. London: B.T. Batsfood LTP.
Bright, William. (Ed.). 1999. Sociolinguistics. Paris: The Hague, Mouton and Co.
Jendra, I Wayan. 2002. Dasar-Dasar Sosiolinguistik. Denpasar: Ikayana University Press.
-------------------. 2003. Bahasa dan Masyarakat: Suatu Kajian Dasar Sosiolinguistik. Denpasar: Ikayana University Press.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.
Kuntjaraningrat. 1993. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.
Nababan, P.W.J. 2001. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.
Sukayana, I Nengah. 2004. “Pemakaian Bahasa pada Masyarakat Cina di Denpasar Selatan”.Denpasar: Balai Bahasa.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Dutawacana University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)