PENANDA DEIKSIS DALAM CERITA SAWERIGADING
Abstract
Abstrak Sebuah karya sastra tidak terlepas dari pemarkah-pemarkah deiksis. Dengan adanya penanda deiksis akan mengantar pembaca untuk memahami ide yang ingin disampaikan oleh pengarang. Sebaliknya, deiksis yang kabur kemungkinan akan memberikan penafsiran yang tidak tepat. Dalam cerita Sawerigading ditemukan beberapa penanda deiksis yaitu pronomina pertama tunggal, yaitu aku, saya; pronomina pertama jamak yaitu kami dan kita. Pronomina kedua tunggal yaitu engkau; pronomina kedua jamak yaitu kalian. Pronomina ketiga tunggal yaitu dia/ia dan beliau. Deiksis nama diri yang ditemukan dalam cerita Sawerigading adalah sebutan ketakziman seperti ananda, ibunda, Paduka Yang Mulia, daku, si pelaut/sang pelaut, nama diri seekor burung yaitu si Samparuno. Deiksis penunjuk dalam cerita Sawerigading adalah leksem di sini, di sana, dan sana. Dalam tulisan ini leksem waktu yang deiksis adalah leksem kini, nanti, dan kelak, sedangkan leksem waktu yang tidak deiktis adalah tiga bulan lamanya, siang, malam, puluhan malam, dan selama tujuh malam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abbas, Asriani. 2002. “Penggunaan Deiksis dalam Drama Perahu Nuh II Karya Aspar”. (Tesis tidak diterbitkan). Makassar: PPs Unhas.
Abdullah, Andi. 2003. Cerita Sawerigading. Makassar: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LKIS
Djajasudarma, T. Fatimah.1999. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.
Hastianah. 2009. “Deiksis dalam Sinrilik Kappalak Tallung Batua”. Makassar. Balai Bahasa Ujung Pandang.
Kaswanti Purwo, Bambang, 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Seri ILDEP. Jakarta: PN Balai Pustaka.
Manuputty, David G. 2000. “Deiksis dalam Pertuturan Bahasa Makassar”.
Sawerigading No.11 Hlm. 7--86. Makassar: Balai Bahasa Ujung Pandang.
Tupa, Nursiah. 1998. “Penanda Waktu dalam Bahasa Makassar”.
Bunga Rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra. Ujung Pandang: Balai Bahasa Ujung Pandang.
Verhaar, J.W.M. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum.
Jogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.



.png)