Diksi dalam Syair Dero Tradisional “Kajian Stilistika”

Siti Aminah Lapangandong, Moh. Tahir, Yunidar Yunidar, Ruhaliah Ruhaliah

Abstract

The research aims to describe the classification of diction and to explain the linguistic, social, spiritual, and philosophical meanings reflected in Dero poetry. This study employed a stylistic approach using a descriptive qualitative method. The data consisted of 30 Dero poetry texts collected through interviews, observation, documentation, and note-taking from Pamona community informants. Data were analyzed through the stages of data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings show that the diction in Dero poetry can be classified into several categories, namely religious diction, kinship and brotherhood, nature and agriculture, romantic and affectionate expression, praise and respect, advice and wisdom, struggle and life spirit, sorrow and separation, customs and rituals, as well as symbolic and metaphorical diction. These word choices contain denotative, connotative, and philosophical meanings that reflect the Pamona worldview concerning the relationship between humans, God, fellow human beings, nature, and customary values. In addition, Dero poetry functions as a medium of moral education, reinforcement of social solidarity, emotional expression, and a marker of local cultural identity. Therefore, Dero poetry represents a cultural heritage that integrates language, art, and the life values of the Pamona people.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi ragam diksi serta menjelaskan makna linguistik, sosial, spiritual, dan filosofis yang tercermin dalam syair Dero. Penelitian menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 30 teks syair Dero yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pencatatan dari informan masyarakat Pamona. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi dalam syair Dero terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu religius, kekerabatan dan persaudaraan, alam dan pertanian, romantis dan kasih sayang, pujian dan penghormatan, nasihat dan kebijaksanaan, perjuangan dan semangat hidup, kesedihan dan perpisahan, adat dan upacara, serta simbolik dan metaforis. Diksi-diksi tersebut mengandung makna denotatif, konotatif, dan filosofis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Pamona tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, alam, dan adat. Selain itu, syair Dero berfungsi sebagai media pendidikan moral, penguat solidaritas sosial, ekspresi emosional, dan penanda identitas budaya lokal. Dengan demikian, syair Dero merupakan warisan budaya yang memadukan bahasa, seni, dan nilai kehidupan masyarakat Pamona.

Keywords

Dero poetry, diction, stylistics, oral literature, Pamona culture

Full Text:

PDF

References

Achmad, A. R., Natasia, R., & Haliq, A. (2025). Revitalisasi Tradisi Lisan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di Era Modern. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 211-230.

Alifuddin, M., Udu, S., & Anhusadar, L. (2022). Pendidikan Berbasis Sastra Lisan (Lukisan Analitik Atas Nilai Pedagogi Dalam Folklor Orang Wakatobi)(Education Based On Oral Literature (An Analytical Description Of Pedagogical Values In Wakatobi People Folklore)). Kandai, 18(2), 207-219.

Aperiyansa, D., Ifnaldi, I., & Misriani, A. (2025). Analisis Kajian Struktural pada Syair Gitar Tunggal Masyarakat Muratara (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).

Bai, M. I. M. (2025). Makna Nyanyian Kode Dero dalam Upacara Adat Sagi Masyarakat Desa Libunio Kecamatan Soa Kabupaten Ngada (Doctoral dissertation, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang).

Banou, Z., El Filali, S., Alaoui, F. Z., El Jiani, L., & Sakhi, H. (2025). A systematic review of figurative language detection: Methods, challenges, and multilingual perspectives. Natural Language Processing Journal, 13, 100192.

Besu, D. C. (2025) Analisis Makna Kayori Pada Dero Asli Suku Pamona di Kecamatan Pamona Timur (Doctoral dissertation, Universitas Tadulako).

Deku, M. C., Dopo, F. B., & Samino, S. R. I. (2022). Analisis Bentuk Musik Pengiring Tarian Dero Pada Masyarakat Kampung Nagemi Desa Rigi Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo. Jurnal Citra Pendidikan, 2(1), 55-65.

Endraswara, S. (2018). Antropologi sastra lisan: perspektif, teori, dan praktik pengkajian. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Golontalo, D., Efendi, A., Yotolembah, A. N. I. G., Sayuti, S. A., Supriyadi, H., & Kusmiatun, A. (2023). Mantende Mamongo: Makna simbolik dalam upacara adat lamaran Suku Pamona di Kabupaten Poso. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 251-268.

Handayani, N., & Usiono, U. (2025). Studi Literature Riview: Pengaruh Diksi terhadap Gaya Bahasa dalam Karya Sastra. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 3(1), 39-48.

Indrawati, I., Muyasaroh, S., & Ahwan, Z. (2022). Analisis Makna Simbolik Larung Tumpeng Pada Upacara Distrikan di Danau Ranu Desa Ranuklindungan Pasuruan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(2), 307-315.

Kasmilah, N., Saharani, D., & Edidarmo, T. (2025). Tinjauan Stilistika terhadap Diksi dan Gaya Bahasa dalam Terjemahan Lagu Qolbi Fill Madinah. Al-Lahjah: Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab, 8(2), 1108-1120.

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Lukalemba, A. A., Winoto, D. E., & Ramaino, A. S. (2025). Tradisi Padungku Masyarakat Suku Pamona di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(3), 5627-5633.

Maesaroh, W., & Riyadi, S. (2025). Makna Leksikal Dan Kontektualdalam Bahasa Arab. Siyaqiy: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa Arab, 2(1), 42-50.

Muslimah, M. (2021). Kajian filsafat ilmu dalam kebudayaan. Bangun Rekaprima, 7(2), 105-110.

Nurkhasanah, N., Juidah, I., Nasihin, A., & Winata, N. T. (2025). Analisis Diksi dalam Lagu Amin Paling Serius Karya Sal Priadi. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 637-646.

Pasangka, F. A. (2023). Analisis Semiotika Makna Teks Verbal Tradisi Mobolingoni Pada Suku Pamona Di Uelene Kabupaten Poso Peovinsi Sulawesi Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Pradopo, R. D. (2021). Stilistika. UGM PRESS.

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Sa’adah, H. (2019). Tari Motaro Sebagai Penjemputan Tamu Pemerintah Daerah Di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).

Saksaky, R. A. (2026). Analisis Stilistika Dalam Puisi Indonesia Modern. Jurnal Bahasa dan Sastra, 1(1), 1-12.

Salsabila, H. A. (2025). Gaya Bahasa Dalam Syair ‘Ṣawt Ṣafīr Al-Bulbul’karya Al-Aṣmaʿī (Kajian Stilistika). Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(4), 1470-1488.

Sunarti, S. (2016). Fungsi Sosial dan Transendental Tradisi Lisan Dero-Sagi Suku Bajawa-Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 5(1), 86-101.

Wahda, F., Haslinda, H., & Adiwijaya, S. (2025). Representasi nilai Kearifan Lokal Adat Dongi-Dongi Lantang Kada'Nenek: Sastra Lisan Kecamatan Mambi Kajian Naratif Gerard Genentte. Cakrawala Indonesia, 10(2), 304-313.

Wibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh Dan Misbach Yusa Bira. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 7(1), 30-43.

Winursiti, N. M., Sapriya, S., & Supriatna, E. (2025). Eksistensi tradisi dan sastra lisan sebagai media pendidikan masyarakat Baduy Luar di era globalisasi. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(2), 253-261.

Wongsopatty, E. (2020). Pantun sahur dalam sastra lisan Banda Neira. Literasi: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 4(1).

Yunidar, Y., & Bakari, K. (2024). Nilai Sosial dalam Syair Karambangan Suku Pamona Ciptaan Nardi Banggai. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(4), 3741-3754.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.