Toponimi dan Julukan dalam Place Branding Kabupaten Garut
Abstract
This study analyzes the place branding strategy of Garut Regency, focusing on toponymy dynamics, historical nicknames, and the role of Penta-helix collaboration in addressing identity fragmentation and brand credibility gaps. Using a qualitative interpretive case study design, the research explores how stakeholders negotiate meanings within complex social contexts. Data were collected through in-depth interviews with 14 key informants representing Government, Academia, Business, Community, and Media, supported by documentation studies. Analysis followed Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that multiple nicknames such as “Kota Intan,” “Swiss van Java,” and “Joyful Garut” create contrasting perceptions, with some viewing them as cultural richness and others as confusing identity signals. A notable credibility gap also emerges between brand promises and on-the-ground realities. Penta-helix synergy remains limited due to top-down initiatives that lack grounding in local values. The study recommends positively reinterpreting toponymy and strengthening an integrated, collaborative governance ecosystem.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis strategi place branding Kabupaten Garut dengan menyoroti dinamika toponimi, julukan historis, serta peran kolaborasi Penta-helix dalam mengatasi fragmentasi identitas dan kesenjangan kredibilitas merek. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus interpretif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 informan dari unsur Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media, serta studi dokumentasi. Analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beragam julukan seperti “Kota Intan,” “Swiss van Java,” dan “Joyful Garut” memunculkan makna yang dipersepsikan berbeda, sebagian dianggap sebagai kekayaan budaya, namun juga memicu kebingungan identitas. Kesenjangan antara janji merek dan kondisi faktual turut memperlemah kredibilitas. Kolaborasi Penta-helix belum optimal karena inisiatif cenderung top-down dan kurang berbasis nilai lokal. Studi ini merekomendasikan reinterpretasi positif toponimi serta penguatan tata kelola kolaboratif yang lebih terpadu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Azhar, R. A. (2021). Tinjauan Pustaka Kota Garut dalam bahasa Sanskerta. Universitas Komputer Indonesia.
Eda. (2025). Kementerian PANRB Dorong “City Branding” Jadi Bagian Strategi Komunikasi Publik. https://www.prindonesia.co/detail/3677/Kementerian-PANRB-Dorong-City-Branding-Jadi-Bagian-Strategi-Komunikasi-Publik
Fathinnah, A., Rochani, A., Karmilah, M., Islam, U., & Agung, S. (2022). Strategi City Branding Dalam Meningkatkan. Jurnal Kajian Ruang, 2(1), 59–71.
Garcia, A. R., Filipe, S. B., Fernandes, C., Estevão, C., & Ramos, G. (2024). Study on Pentahelix Collaboration in Disaster Risk Management in Indonesia.
Grigoryeva, E. (2022). Creative City. Project Baikal, 10(73), 55. https://doi.org/10.51461/pb.73.09
Humas Menpan RB. (2025). Strategi City Branding Diperlukan untuk Perkuat Narasi Pembangunan. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/strategi-city-branding-diperlukan-untuk-perkuat-narasi-pembangunan
Infogarut.id (2023). Sempat Tergores, Jadi Ini Asal Usul Nama Garut. https://infogarut.id/sempat-tergores-jadi-ini-asal-usul-nama-garut
Kemdikdasmen. (2024). Menelusuri Jejak Sejarah Garut: Asal Nama dan Keberadaan Candi Cangkuang. https://ditsmp.kemendikdasmen.go.id/ragam-informasi/article/menelusuri-jejak-sejarah-garut-asal-nama-dan-keberadaan-candi-cangkuang
Lestari, F. (2019). Model Branding Tujuan Wisata Kabupaten Garut. Prosiding Seminar Nasional Pakar, 1–6. https://doi.org/10.25105/pakar.v0i0.4313
Miftahuddin, A. (2024). Analisis Strategi dan Implementasi Branding Kota: Studi Kasus dan Perspektif Multidimensi, 26–29.
Mutma, F. S., & Dyanasari, R. (2025). Implementation of Tourism Place Branding Management in Indonesia through the “Wonderful Indonesia” Campaign. Journal of Communication & Public Relations, 4(1), 55–75. https://doi.org/10.37535/105004120254
Nugroho, R. A., & Lestari, S. M. (2023). Kolaborasi Pentahelix dalam Smart Tourism Destination Kota Semarang: Studi Kasus Pada Aplikasi Lunpia. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 9(2), 209–232. https://doi.org/10.26618/kjap.v9i2.10888
Nurhuda, D. A., & Firdaus, W. (2023). Penamaan Domba sebagai Media Rekonstruksi Sejarah dan Budaya: Kajian Zoonimi di Kabupaten Garut. Sawerigading, 29(1), 97-110.
Pratiwi, B., & Hartati, R. D. (2024). Penamaan Perumahan di Jalan Ciputat-Parung: Kajian Toponimi. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 12–21. https://doi.org/10.26499/bahasa.v6i1.936
Rinaldo, E., & Dwihadiah, D. L. (2024). Identifikasi Strategi Destination Branding Kepulauan Seribu Berbasiskan Wisata Bahari. Kaganga Komunika: Journal of Communication Science, 6(1), 60–76. https://doi.org/10.36761/kagangakomunika.v6i1.3770
Rochaeni, A., Yamardi, & Noer Apptika Fujilestari. (2022). Model Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 124–134. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1.38
Siswanto, S., Basori, B., Yektiningtyas, W., & Firdaus, W. (2025). Makanan Tradisional Sentani dalam Perspektif Linguistik Kuliner. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 14(1).
Somantri, L. (2022). Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung. Majalah Geografi Indonesia, 36(2), 95. https://doi.org/10.22146/mgi.70636
Sardanto, R., Meilina, R., & Muslih, B. (2018). Membangun Persepsi Publik Melalui City Branding. In Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Kediri (Issue Oktober).
Vani, R. V., Priscilia, S. O., & Adianto, A. (2020). Model Pentahelix Dalam Mengembangkan Potensi Wisata di Kota Pekanbaru. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 8(1), 63–70. https://doi.org/10.31289/publika.v8i1.3361
Yulius, K. G. (2025). City Branding “Ternate Kota Rempah” Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Warta Pariwisata, 23(1), 21–28. https://doi.org/10.5614/wpar.2025.23.1.04
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)
