Kesantunan Berbahasa Warganet Indonesia Pada Kolom Komentar Instagram Joko Widodo

Usman Usman, Muhammad Chaidir

Abstract

The digitalization era has brought significant transformations in Indonesian society's political communication patterns, particularly through Instagram platform which has become a public discussion arena between netizens and political leaders. This research aims to describe the realization of Indonesian netizens' language politeness in Joko Widodo's Instagram comment columns, analyze politeness strategies used, and identify factors influencing politeness variations in digital political communication. The research method uses qualitative approach with library research that is descriptive-analytical, with primary data sources from national and international journal articles from 2020-2024 accessed through Google. The data collection process was carried out using purposive sampling techniques. Data analysis employed content analysis with a thematic approach to identify theoretical patterns and empirical findings related to linguistic politeness in digital communication. The results show that netizens' language politeness is manifested through three main strategies: using linguistic markers such as "tolong" (please) and "mohon" (request), indirect speech acts through interrogative sentences, and positive-negative politeness strategies to protect interlocutors' face. Politeness variations are influenced by four complex factors: socio-cultural background, digital literacy level, speakers' psychological condition, and political-policy context. The research concludes that despite the informal nature of digital space, majority of netizens maintain politeness norms when interacting with authority figures, proving that digital political communication can become a constructive democratic participation arena. It is recommended to develop integrated digital literacy framework and AI-based moderation systems to improve the quality of Indonesia's digital political discourse.

 

Abstrak

Era digitalisasi telah menghadirkan transformasi signifikan dalam pola komunikasi politik masyarakat Indonesia, khususnya melalui platform Instagram yang menjadi arena diskusi publik antara warganet dan figur pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa warganet Indonesia dalam kolom komentar Instagram Joko Widodo, menganalisis strategi kesantunan yang digunakan, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi variasi kesantunan dalam komunikasi politik digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research) bersifat deskriptif-analitis, dengan sumber data primer berupa artikel jurnal nasional dan internasional periode 2020-2024 yang diakses melalui Google Scholar. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis konten (content analysis) dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola teoretis dan temuan empiris yang berkaitan dengan kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa warganet termanifestasi melalui tiga strategi utama: penggunaan penanda linguistik seperti "tolong" dan "mohon", tindak tutur tidak langsung melalui kalimat interogatif, dan strategi kesantunan positif-negatif untuk melindungi wajah mitra tutur. Variasi kesantunan dipengaruhi oleh empat faktor kompleks: latar belakang sosial-budaya, tingkat literasi digital, kondisi psikologis penutur, dan konteks politik-kebijakan. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun ruang digital bersifat informal, mayoritas warganet mempertahankan norma kesopanan dalam berinteraksi dengan figur otoritas, membuktikan bahwa komunikasi politik digital dapat menjadi arena partisipasi demokratis yang konstruktif. Disarankan pengembangan framework literasi digital terintegrasi dan sistem moderasi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas diskursus politik digital Indonesia.

Keywords

instagram; kesantunan berbahasa; komunikasi politik digital; pragmatik; warganet

Full Text:

PDF

References

A. Haris, N. I. (2022). Perilaku Alih Kode Warganet Dalam Kolom Komentar Iklan Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo Bertajuk "2 Musim", 65 Bendungan". Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 3(1), 18.

Afriana, A., & Mandala, R. S. (2018). Kesantunan Berbahasa Pada Pembelajaran Mahasiswa Universitas Putera Batam. Jurnal Basis, 5(2), 43. https://doi.org/10.33884/basisupb.v5i2.777

https://doi.org/10.33884/basisupb.v5i2.777

Anggraini, J., Situmeang, & Lubis, M. (2020). Kesantunan Berbahasa Imperatif Dalam Debat Kandidat Capres-Cawapres 2019-2024 (Kajian Pragmatik).

Aprilia, D., Setiawan, F., & NST, F. (2024). Analisis Tindak Tutur Ekspresif Warganet Dalam Kolom Komentar Di Akun Instagram @GIBRAN_RAKABUMING. 1(2), 75-80.

https://doi.org/10.51574/vokatif.v1i2.1551

Arianti, F., & Fatmawati. (2023). Kesantunan Tuturan Ekspresif dalam Kolom Komentar di YouTube Presiden Joko Widodo Episode "Paket Obat untuk Isoman." Jurnal Sinestesia, 13(2), 747-764. https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/391

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.

https://doi.org/10.1017/CBO9780511813085

Cardinal, P., & Wyszy, S. (2025). Encyclopedia of Sexual Psychology and Behavior. Encyclopedia of Sexual Psychology and Behavior, January. https://doi.org/10.1007/978-3-031-08956-5

https://doi.org/10.1007/978-3-031-08956-5

Egi R. F Ardiani, Ima Noviana, A. M. & S. N. (2021). Kesantunan berkomunikasi pada media sosial di era digital. Sultan Agung Fundamental Research Journal, 2(2), 65-76. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/safrj/article/view/17981

Fitriyah, M. N., & Yuniseffendri. (2021). bahasa sarkasme warganet dalam komentar akun instagram Puan Maharani dan DPR RI. Bapala, 8(4), 112-119.

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York: Wiley & Sons.

Handayani, C., & Hendaryan, H. R. (2021). Kesantunan Berbahasa Dalam Konten Channel Youtube Jurnalrisa. Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 222-229. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v5i2.7017

https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v5i2.7017

Huda, M. B., Setiawan, K. E. P., & Ramadhani, N. L. S. (2024). Analisis Kesantunan Berbahasa Dalam Acara Debat Calon Presiden 2024 Di Kolom Komentar Youtube KompasTV. 10(2), 137-154.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

Karmila, R. D., Assidik, G. K., Wahyudi, A. B., Prabawa, A. H., & Santoso, J. (2023). Violation of the Principle of Language Politeness in Instagram Comments @kemenkominfo and Its Relevance in Learning in Senior High School. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-086-2_150

https://doi.org/10.2991/978-2-38476-086-2_150

Kusdiyanto. (2018). Pelanggaran Prinsip Kesantunan dalam Komunikasi Media Sosial: Kajian Berdasarkan Teori Brown dan Levinson. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 115-130.

Kurniawati, W., Ekoyanantiasih, R., Yulianti, S., Hardaniawati, M., Sasangka, S. W., & Firdaus, W. (2022). Kekuasaan Semantik dalam Analisis Wacana Kritis Debat Capres-Cawapres. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(1), 165-179.

Liputo, M. A. (2025). Konsep Teoritis dan Praktik Pemecahan Masalah dalam Pengembangan Literasi Konsep Teoritis dan Praktik Pemecahan Masalah dalam Pengembangan Literasi Digital. February.

Nuryana, Z. (2021). Ujaran Kebencian di Media Sosial terhadap Tokoh Publik: Kajian Pragmatik dan Dampaknya pada Ruang Demokrasi. Jurnal Komunikasi dan Media, 15(2), 134-147.

Pabuntang, I., Gusnawaty, & Kaharuddin. (2024). Tuturan Imperatif, Apakah Santun? Analisis Kolom Komentar Instagram Presiden Joko Widodo. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 5(2), 104-114. https://doi.org/10.32585/kawruh.v5i2.2275

https://doi.org/10.32585/kawruh.v5i2.2275

Pratiwi, L. (2023). Verbal Abuse Dalam Perspektif Qs. Al-Hujurat Ayat 11-12 Dan Dampaknya Di Sosial Media. Skripsi, 3, hlm.1.

Prayitno, H. J., Huda, M., Inayah, N., Ermanto, Ardi, H., Giyoto, & Yusof, N. (2021). Politeness of Directive Speech Acts on Social Media Discourse and Its Implications for Strengthening Student Character Education in the Era of Global Education. Asian Journal of University Education, 17(4), 179-200. https://doi.org/10.24191/ajue.v17i4.16205

https://doi.org/10.24191/ajue.v17i4.16205

Purbohastuti, A. Tirtayasa Ekonomikatas media sosial sebagai media promosi. Tirtayasa Ekonomika, 12(2).

https://doi.org/10.35448/jte.v12i2.4456

Rahayu, S. (2020). Kesantunan Tuturan Komentar Publik terhadap Postingan Presiden Joko Widodo di Instagram. Repository UMSU.

Rahmawati, D. (2022). Netiket dan Kesantunan Berbahasa Remaja di Media Sosial: Pendekatan Sosiopragmatik. Jurnal Sosiolinguistik Indonesia, 5(1), 44-59.

Salsabil, R. D., & Ningsih, R. (2023). Kesantunan Berbahasa Warganet Dalam Kolom Komentar Instagram @Jokowi 'Ruang Cakap Digital.' Jurnal Konfiks, 10(1), 44-54. https://doi.org/10.26618/konfiks.v10i1.10770

https://doi.org/10.26618/konfiks.v10i1.10770

Simatupang, L. (2022). Refleksi "Kemerdekaan" Warganet dalam Kolom Komentar Akun Media Sosial Jokowi dan Ma'ruf Amin: Kajian Pargmatik. JSHP : Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 6(1), 50-59. https://doi.org/10.32487/jshp.v6i1.1287

https://doi.org/10.32487/jshp.v6i1.1287

Sumarti, E., Kinanti, K. P., & Rachman, A. K. (2023). Tindak Tutur pada Caption Instagram Presiden Joko Widodo: Kajian Pragmatik. Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 29(2), 97-111. http://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/paradigma/article/view/2820%0Ahttp://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/paradigma/article/download/2820/1764

Suri, N. K., Noviyanti, S., & Agustina, A. T. (2025). Teori Pragmatika Bahasa dan Kesantunan Berbahasa. 07(02), 10107-10116.

https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.8016

Utami, N. M., Anggraini, T., Ayu, D., Cempaka, P., & Joko, H. (2025). Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa Warganet pada Kolom Komentar YouTube R66 Newlitics : " Jokowi Sebut IKN bukan Proyek Presiden tapi Keputusan Rakyat ".

We Are Social & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. Retrieved.

Wulandari, L., & Susanti, I. (2021). Ujaran Tidak Santun dalam Media Sosial: Studi Kasus pada Platform Twitter. Jurnal Komunikasi dan Budaya Digital, 3(1), 79-92.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.