Menentukan Waktu Terbaik: Etnoastronomi Orang Bugis Berdasarkan Naskah Kutika Abad XIX

Rahmatia Ayu Widyaningrum, Priscila Fitriasih Limbong, Mamlahatun Buduroh, Tommy Christomy

Abstract

This study aims to map the ethnoastronomical structure and analyze the cosmological knowledge of the Buginese as represented in the Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR) manuscript. It employs a qualitative method with a philological-astronomical approach to bridge classical texts and the logic of traditional science. Data were collected through literature review and close reading of the Lontara-script manuscript, including stages of description, transcription, and transliteration. The data were analyzed using a descriptive-analytical approach by examining the structure and cosmological meanings of the Kutika Lima and Kutika Tujuh systems, as well as specific tables such as Kanjorona Masuwara and Putika Pa’kulu Jangé. The findings show that the KUSR manuscript presents a time system that functions as a form of social navigation to maintain harmony between the microcosm and macrocosm. This system demonstrates the standardization of local knowledge, integrating practical, symbolic, and spiritual dimensions into a unified framework, while reinforcing the position of Buginese ethnoastronomy as an adaptive and systematic form of traditional science.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur etnoastronomi dan menganalisis pengetahuan kosmologis masyarakat Bugis yang terepresentasi dalam naskah Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan filologi-astronomi untuk menjembatani teks klasik dengan logika sains tradisional. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan pembacaan mendalam (close reading) terhadap naskah beraksara lontara’, yang meliputi tahap deskripsi, transkripsi, serta transliterasi teks. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membedah struktur dan makna kosmologis pada sistem Kutika Lima dan Kutika Tujuh, serta tabel-tabel spesifik, seperti Kanjorona Masuwara dan Putika Pa’kulu Jangé. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah KUSR memuat sistem waktu yang berfungsi sebagai instrumen navigasi sosial untuk menjaga harmoni antara mikrokosmos dan makrokosmos. Sistem penentuan waktu dalam naskah ini membuktikan adanya standardisasi pengetahuan lokal yang mengintegrasikan dimensi praktis, simbolik, dan spiritual dalam satu kesatuan, sekaligus mempertegas posisi etnoastronomi Bugis sebagai bentuk sains tradisional yang adaptif dan sistematis.

Keywords

bugis; Etnoastronomi; Kutika; Pedoman Waktu.

Full Text:

PDF

References

Abbas, I. (2015). Nuansa Islami Pada Pendirian Rumah Adat Bugis Makassar Menurut Lontaraq. ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan, 2(2), 161–174.

Badrudin, A. (2014). Pranata Mangsa Jawa (Cermin Pengetahuan Kolektif Masyarakat Petani di Jawa). Adabiyyat, XIII(2), 229–252.

Burckhardt, T. (2001). Mystical Astrology According to Ibn ‘Arabi. Fons Vitae.

Butar-Butar, A. J. R. (2017). Filologi Astronomi. UMP Press.

Gell, A. (1988). Time and Social Anthropology. Senri Ethnological Studies, 45, 9–24.

Giddens, A. (1984). The Constitution of Society, Outline of the Theory of Structuration. University of California Press.

Gunawan, F. (2018). Pedoman Simbol Hari Baik dan Hari Buruk Masyarakat Bugis di Kota Kendari. Patanjala, 10(3), 435–454.

Kesuma, A. I. (2018). Mappatettong Bola a Form of Mutual Help in Bugis Community. 226, 997–1003. https://doi.org/10.2991/icss-18.2018.208

Latief, H. (2005). Kepercayaan Orang Bugis di Sulawesi Selatan: Suatu Kajian Antropologi Budaya [Disertasi]. Universitas Hasanuddin.

Lévi-Strauss, C. (1970). The Raw and the Cooked.

Li, X., & Luo, M. (2020). Study on the Changing Process of the Relationship Between Structure and Agency in the Anthropological Theory. Proceedings of the 2020 International Conference on Social Science, Economics and Education Research, 455, 332–335. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200801.080

Mattulada. (1995). Latoa, Satu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Hasanuddin University Press.

Musonnif, A. (2018). Relasi Intelektual Jawa Islam, Bugis Islam, Dan Turki Utsmani (Tinjauan Atas Sistem Kalender Dalam Serat Widya Pradana, Lontara Pananrang, Ruzname Darendeli). Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 6(1), 63–78. https://doi.org/10.21274/kontem.2018.6.1.63-78

Naing, N., Hadi, Abd. K., & Djamereng, A. (2018). Local Orientation Wisdom on the Bugis Traditional House Layout in Tosora Village Wajo. Architecture & Environment, 17(2), 137–150. https://doi.org/10.12962/j2355262x.v17i2.a4375

Naz, S., Fatima, A., But, S., Pamucar, D., Zamora-Musa, R., & Acosta-Coll, M. (2024). Effective multi-attribute group decision-making approach to study astronomy in the probabilistic linguistic q-rung orthopair fuzzy VIKOR framework. Heliyon, 10(12:e33004), 1–26. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e33004

Proudfoot. (2006). Old Muslim Calendars of Southeast Asia. Brill.

Pudjiastuti, T. (2022). Sumber Tertulis Indonesia Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Males Arts Studio Pusat Dokumentasi Seni Indonesia.

Rahman, A., Bauto, L. O. M., & Bahtiar. (2019). Eksistensi Tradisi Kutika (Penentuan Hari Baik) pada Masyarakat Muna. Neo Societal, 4(1), 591–598.

Rahmatia, & Christomy, T. (2020). Eco-phenomenology in the local concept of Buginese agriculture based on Kutika manuscript. E3S Web of Conferences, 211, 1–9. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202021101008

Reid, A. (2019). Pluralisme dan Kemajuan Makassar Abad ke-17. Dalam Kuasa dan Usaha di Masyarakat Sulawesi Selatan. Ininnawa.

Retre, J. (2019). Big Ideas in Astronomy a Proposed Definition of Astronomy Literacy. International Astronomical Union Commission C1 Astronomy Education and Development.

Rupa, I. W. (2014). Kajian Astronomi Tradisional (Palelintangan) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penerbit Ombak.

Sudiran, F., Apriana, A., Saputra, D. A., & Renaldi, M. (2018). Kebudayaan Sebagai Pembimbing Kebijakan Publik (Upacara Adat Perkawinan Suku Kutai di Tenggarong, Kalimantan Timur). Dedikasi: Jurnal Sosial, Hukum, dan Budaya, 19(1), 85–104. https://doi.org/10.31293/ddk.v38i1.3646

Widyaningrum, R. A. (2020). Naskah Kutika Suku Bugis di Kalimantan Timur: Kajian Filologi dan Gagasan Ekofenomenologi [Tesis]. Universitas Indonesia.

Widyaningrum, R. A., & Dwiadmojo, G. N. (2024). Konektivitas Jawa-Bugis melalui Jalur Rempah Nusantara: Studi Komparasi Primbon Jawa dan Kutika Bugis. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 205–215. https://doi.org/10.24036/jbs.v12i2.127981

Wijayanto, M. H. (2024). Pangalihan Purnama Tilĕm Eka Sungsang: Literatur Astronomi Siklus Bulan Purnama dan Bulan Baru dalam Tradisi Bali. Manuskripta, 14(2), 165–220. https://doi.org/DOI: 10.33656/manuskripta.v14i1.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.