Representasi Lingkungan dalam Cerita Rakyat di Jawa Tengah
Abstract
This study examines the representation of the environment in Central Javanese folktales using an ecocritical approach. The research aims to identify and describe the manifestations of environmental issues and the accompanying local environmental wisdom reflected in these tales. A qualitative method with descriptive analysis was applied to selected folktale texts using purposive sampling. The data, consisting of words, phrases, and sentences, was analyzed utilizing Greg Garrard’s ecocritical framework, while also considering aspects of environmental wisdom. The findings reveal that Central Javanese folktales are rich in representations of environmental issues, including pollution, deforestation, drought, and animal exploitation. The local wisdom of the Javanese people is evident in life values, myths, and traditions, reflecting a harmonious relationship between humans and nature. Consequently, these folktales serve as a valuable source of environmental knowledge and wisdom.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji representasi lingkungan dalam dongeng Jawa Tengah melalui pendekatan ekokritik. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi manifestasi isu lingkungan dan kearifan lingkungan lokal yang tercermin dalam dongeng tersebut. Metode kualitatif dengan analisis deskriptif diterapkan pada teks-teks dongeng terpilih (purposive sampling). Analisis data, berupa kata, frasa, dan kalimat, menggunakan kerangka ekokritik Greg Garrard, dengan fokus pada aspek kearifan lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa dongeng Jawa Tengah kaya akan representasi isu lingkungan seperti polusi, deforestasi, kekeringan, dan eksploitasi hewan. Selain itu, ditemukan kearifan lokal masyarakat Jawa yang termanifestasi dalam nilai-nilai, mitos, dan tradisi, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kesimpulannya, dongeng-dongeng ini berfungsi sebagai sumber penting pengetahuan dan kearifan lingkungan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ab Jabar, N., Sukri, S., Jamal, D. H. D., Kiffli, S., & Suliman, M. S. (2024). Literature and Cultural Ecology: The Relationship Between Folklore and Environmental Sustainability. BIO Web of Conferences, 131. https://doi.org/10.1051/bioconf/202413103007
Ahimsa-Putra, H. S. (2009). Bahasa, Sastra, dan Kearifan Lokal di Indonesia. Mabasan, 3(1), 30–57. https://doi.org/10.26499/mab.v3i1.115
Annisa, N. (2022). Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan Berdampak Pada Wilayah Kalimantan Tengah serta Bagaimana Kebijakan Pengendaliannya. Pendidikan Lingkungan Hidup-AKBK3308, 1(1), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/d76sv
Anshoriy, N., & Sudarsono. (2008). Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa. Yayasan Obor Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (t.t.). Kekeringan di Pulau Jawa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Diambil 28 Januari 2024, dari https://data.bnpb.go.id/pages/kekeringan-pulau-jawa
Bascom, W. R. (1954). Four Functions of Folklore. The Journal of American Folklore, 67(266), 333–349. https://doi.org/10.2307/536411
Buell, L. (1995). The Environmental Imagination: Thoreau, Nature Writing, and the Formation of American Culture. Harvard University Press.
Dewi, N. (2017). Ekokritik dalam Sastra Indonesia: Kajian Sastra yang Memihak. Adabiyyāt Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(1), 19–37. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.14421/ajbs.2016.15102
Elsa Mulya Karlina. (2025). Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(2), 241–254. https://doi.org/10.58540/pijar.v3i2.851
Engliana, E., Dwiastuty, N., Miranti, I., & Nurjanah, N. (2020). Penguatan Pendidikan Karakter melalui Cerita Rakyat pada Pelajaran Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 103–118. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i1.28814
Faizah, D. A. (2024). Representasi Alam dan Lingkungan pada Cerita Jagapati Bumi sebagai Media Edukasi Ekologis bagi Remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 433–450. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17248
Fauzi, N. M. B., & Ambarwati, A. (2024). Interdisipliner Sastra: Hubungan Antara Sastra dan Ekologi dalam Antologi Puisi Karya D. Zawawi Imron. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 103–114. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17188
Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.
Glotfelty, C. (1996). Introduction: Literary Studies in an Age of Environmental Crisis. Dalam C. Glotfelty dan H. Fromm (Ed.), The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology (hlm. xviii). University of Georgia Press.
Gunawan, H., Prasetyo, L. B., Mardiastuti, A., & Kartono, A. P. (2010). Fragmentasi Hutan Alam Lahan Kering di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(1), 75–91. https://doi.org/10.20886/jphka.2010.7.1.75-91
Handayani, R. D., Zuhdan Kun Prasetyo, & Insih Wilujeng. (2018). Pranata Mangsa dalam Tinjauan Sains. Calina Media.
Hendrastuti dkk. (2014). Cerita Rakyat Jawa Tengah: dalam Tiga Bahasa . Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Jamaliah, V. (2023). Analisis Pengetahuan Ilmiah pada Tradisi Penguduhan Sarang Burung Walet di Daerah Kebumen dan Potensinya terhadap Pemberdayaan Berpikir Analisis Siswa SMP [Skripsi]. Universitas Sebelas Maret.
Kurnianto dkk. (2017). Cerita Rakyat dari Kabupaten Cilacap. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Manalu, T. C., Perdana, G. P., Habibinur, Z., Agus, M., & Arifin, B. (2025). Cerita Rakyat Kalimantan sebagai Strategi Pelestarian Sumber Daya Alam Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(12), 2201–2205. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i12.430
Miles, M. B., H. A. M. & S. J. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage Publications.
Nugroho, S. P. (2019, Maret 4). 99% Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Adalah Ulah Manusia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). https://bnpb.go.id/berita/99-penyebab-kebakaran-hutan-dan-lahan-adalah-ulah-manusia
Setiawan, F. N., Nurmansyah, M. A., Nufiarni, R., & Eka, S. V. (2018). Manifestasi Kearifan Ekologis dalam Karo dan Kasada: Sebuah Perspektif Ekokritik. Atavisme, 21(2), 209–223. https://doi.org/https://doi.org/10.24257/atavisme.v21i2.455.209-223
Setyowati, N., Emzir, E., & Lustyantie, N. (2020). Nature and Social Attitude in Folklore Entitled Timun Mas: Eco-Critical Study. Journal of Applied Studies in Language, 4(1), 38–47. https://doi.org/10.31940/jasl.v4i1.1649
Siswantoro. (2010). Metode Penelitian Sastra: Analisis Struktur Puisi. Pustaka Pelajar.
Subar, dan R. (2006). Pencemaran Lingkungan. Dalam Modul Ruang Lingkup Pencemaran. Universitas Terbuka.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra Menanggap Sasmita Arcadia. UB Press.
Sukmawan, S., & Setyowati, L. (2017). Environmental Messages as Found in Indonesian Folklore and Its Relation to Foreign Language Classroom. Arab World English Journal, 8(1), 298–308. https://doi.org/10.24093/awej/vol8no1.21
Sultoni, A., Suwandi, S., Andayani, & Sumarwati. (2023). Representation of Ecological Wisdom in Banyumas Folklore: An Ecocritical Study. Theory and Practice in Language Studies, 13(12), 3141–3148. https://doi.org/10.17507/tpls.1312.11
Suwandi, S., Ulya, C., Wardhani, N. E., Kurniawan, H., & Ristiyani. (2025). Human-Environmental Relations as Manifested in Central Java Folklore of Indonesia. Theory and Practice in Language Studies, 15(7), 2366–2376. https://doi.org/10.17507/tpls.1507.29
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pub. L. Nomor 32 (2009).
Utami dkk. (2016). Cerita Rakyat di Jawa Tengah: Kabupaten Kudus dan Jepara. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Wahyuni dkk. (2015). Cerita Rakyat Jawa Tengah: Kabupaten dan Kota Semarang. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Wahyuni dkk. (2017). Cerita Rakyat Jawa Tengah: Kabupaten Blora. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Wawan, P. (2015, Oktober). Lingga Yoni. Wartam: Jendela Hindu Dharma. https://phdi.or.id/artikel.php?id=lingga-yoni
Wiyatmi, dkk. (2021). Sastra Hijau di Indonesia dan Malaysia dalam Kajian Ekokritik dan Ekofeminis (Wiyatmi, Ed.; hlm. 9–10). Cantrik Pustaka.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




.png)
