REPRESENTASI NILAI DALAM RITUAL BALIA TAMPILANGI ETNIK KAILI: KAJIAN HERMENEUTIK (Representation of Value in Balia tampilangi Rituals of Kaili Ethnic: Hermeneutic Study)
Abstract
The tradition of treating diseases of the Kaili tribe, commonly called balia, is a traditional treatment that is believed to cure diseases brought by spirits. This study is expected to reveal the values contained in the balia tampilangi custom through hermeneutic studies. Hermeneutics is one of the approaches used to analyze a text. Currently, hermeneutics is widely used in text studies in almost all scientific fields. In this study, the hermeneutic model of Richard E Palmer (2016) is used to interpret the representation of values contained in traditional Kaili medicine. This research focused on analyzing the values contained in the Balia tampilangi ritual. The purpose of this research is to describe the form of value, meaning of value and function in the Kaili ethnic balia tampilangi ritual. The method used in this research is descriptive method with qualitative research form. The research data sources consist of interviews with sando, recordings, literature studies, field recordings and documentation. Based on the results of the research, it was found that there are three values contained in the Kaili ethnic balia performangi ritual, namely: religious value, philosophical value and ethical value. The form of religious values consists of faith and social values. While the philosophical value consists of humans as creatures of God, sustaining life and praying to God. The ethical value is as a unifier of society, especially people who are afflicted with disease, instilling a sense of loyalty and submission to applicable rules, and maintaining norms in society so that they are always obeyed by the community.
Abstrak
Tradisi mengobati penyakit suku Kaili yang biasa disebut balia ini merupakan pengobatan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan sakit yang dibawa oleh mahluk halus. Kajian ini diharapkan dapat mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam adat balia tampilangi melalui kajian hermeneutika. Hermeneutika merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis suatu teks. Saat ini hermeneutika banyak digunakan dalam kajian teks hampir segala bidang keilmuan. Pada kajian ini digunakan hermeneutika model Richard E Palmer (2016) untuk menafsirkan representasi nilai-nilai yang terkandung dalam pengobatan tradisional suku Kaili. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai, makna nilai, dan fungsi dalam ritual Balia tampilangi etnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian terdiri atas wawancara dengan sando, hasil rekaman, studi literatur, hasil rekaman lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi etnik Kaili, yaitu: nilai religi, nilai filosofis dan nilai etika. Bentuk nilai nilai religi terdiri atas nilai keimantauhidan dan nilai sosial, sedangkan nilai filosofis manusia sebagai mahkluk tuhan, melangsungkan hidup, dan berdoa kepada tuhan. Adapun nilai etika sebagai pemersatu masyarakat, terutama masyarakat yang ditimpa penyakit, menanamkan rasa setia dan tunduk kepada aturan yang berlaku, dan menajaga norma di masyarakat agar selalu dipatuhi oleh masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dawing, D. (2017). Living Qur'an di Tanah Kaili (Analisi Interaksi Suku Kaioli terhadap Alquran dalam Tradisi Balia di Kota Palu, Sulawesi Tengah. IAIN PALU, 3(1), 61-87.
Dr. Ayatullah Humaeni, M., Eneng Purwanti, M., Azizah Awaliyah, B.Ed, M., & Romi. (2021). Sesajen: Menelusuri Makna dan Akar Tradisi Sesajen Masyarakat Muslim Banten dan Masyarakat Hindu Bali.
Embon, D. (2018). Sistem Simbol Dalam Upacara Adat Toraja Rambu Solo : Kajian Semiotik. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(7), 1-10.
Endraswara, S. (2016). Sastra Ekologis : Teori dan Praktik Pengkajian. Pt. Buku Seru.
Gazali. (2016). Struktur, Fungsi, dan Nilai Nyanyian Rakyat Kaili. LITERA, 15. No. 1, 189-200.
https://doi.org/10.21831/ltr.v15i1.9778
Habsari, Z. (2017). Dongeng Sebagai Pembentuk Karakter Anak. BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 1(1), 21-29. https://doi.org/10.17977/um008v1i12017p021
https://doi.org/10.17977/um008v1i12017p021
Hastuti, S. (2009). Kolaborasi seni pada upacara pengobatan suku kaili. Kolaborasi Seni Pada Upacara Pengobatan Suku Kaili, 110-117.
Irawati, E. (2014). Makna Simbolik Pertunjukan Kelentangan dalam Upacara Belian Sentiu Suku Dayak Benuaq Desa Tanjung Isuy, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jurnal Kajian Seni, 1(1), 60. https://doi.org/10.22146/art.5876
https://doi.org/10.22146/art.5876
Koentjaraningrat. (2010). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Djambatan.
Mahardika, M. N., Trisiana, A., Widyastuti, A., Juhaena, J. S., & Kirani, R. M. A. (2020). Strategi Pemerintah Dan Kepatuhan Masyarakat Dalam Mengatasi Wabah Covid-19 Berbasis Semangat Gotong Royong. Jurnal Global Citizen, IX(1), 39-50.
Masyhuda, M. (1981). Kepercayaan Lamoa dan Balia Sulawesi Tengah. Yayasan Kebudayaan Sulawesi Tengah.
Moleong, L. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). Pt Remaja Rosdakarya.
Muzakki, H. (2016). Mengukuhkan Islam Nusantara: Kajian Sosiologis-HistoriS. An-Nuha, 6(2), 216-239.
https://doi.org/10.36835/annuha.v6i2.336
Nottimghan. (1997). Agama dan Masyarakat Suatu Pengantar Sosiologi Agama. Pt. Raja Grafindo Persada.
Nurfani, F. (2016). Makna Simbolik Upacara Adat Balia Baliore Pada Suku Kaili (Kajian Semiotik). Bahasantodea, 4 N0. 3, 82-91.
Palmer, E. R. (2016). Hermeneutika. Pustaka Belajar.
Prasetiya, B., Rofi, S., & Agus Setiawan, B. (2018). Penguatan Nilai Ketauhidan Dalam Praksis Pendidikan Islam. Journal of Islamic Education (JIE), 3(1), 1-15.
Pratiwi, Y. I., Harun, M., & R, H. (2018). Kritik Sosial dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. Jim Unsyiah, 3(3), 281-293.
Rahmat, W., Putri, Y. Z., & Firdaus, W. (2021). Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 170-181.
Rakhmat, P., & Fatimah, J. M. (2016). Makna Pesan Simbolik Non Verbal Tradisi Mappadendang di Kabupaten Pinrang. Komunikasi Kareba, 5(2), 331-348.
Rosniar. (2021). Poverty Porn: Komodifikasi dan Etika Media. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 90-99.
Safitri, N., Kuswanto, C. W., & Alamsyah, Y. A. (2019). Metode Penanaman Nilai-Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini. JECE (Journal of Early Childhood Education), 1(2), 29-44.
https://doi.org/10.15408/jece.v1i2.13312
Sartini, N. W. (2009). Menggali Nilai Kearifan lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, dan Peribahasa). LOGAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Bahasa dan Sastra, V(1), 28-37.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. CV. Alfabeta.
Sumaryono, E. (1999). Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat. Kanisius.
Ulinsa, Golontalo, D., & Syahrul, M. (2022). Representasi Nilai Estetis dalam Syair Karambangan Suku Pamona (Aesthetic Value Representation In the Karambangan Poem of the Pamona Tribe). 7(2), 401-413. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.9404
https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.9404
Umar, M. (2019). Urgensi Nilai-Nilai Religius Dalam Masyarkat. Civic Education, 3(1), 72.
https://doi.org/10.36412/ce.v3i1.909
Refbacks
- There are currently no refbacks.



.png)