Lanskap Linguistik Lembaga Pemerintah dan Swasta di Kota Surakarta

Sri Wahyuni, Enita Istriwati, Ulinsa Ulinsa, Asri M. Nur Hidayah

Abstract

This research was motivated by the rise of writing in public spaces prioritizing something other than the state language. Surakarta City is an observation area because of its historical elements and rapid development. The purpose of this study is to describe the linguistic landscape and language misuse in public spaces of government and private institutions in Surakarta City. In this study, the researchers used observation and interview methods for collecting data. Researchers use descriptive methods to analyze the data. The results showed various language systems and language errors in the public space of Surakarta City. The language systems used are monolingual, bilingual, and multilingual. Monolinguals in Indonesian are widely used in government institutions, while private institutions commonly use them in English. The languages spoken are Indonesian, Javanese, English, and Arabic. Meanwhile, language errors are in the form of errors in writing letters, words, abbreviations, and punctuation. Local governments and every author writing in the inner public space can expect to find the results of this study useful. Therefore, the socialization of good language use must be more massive to increase public awareness of using language in public areas.

 

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya tulisan di ruang publik yang kurang mengutamakan bahasa negara. Kota Surakarta menjadi daerah pengamatan karena unsur sejarah dan perkembangan kotanya yang pesat. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan lanskap linguistik dan kesalahan penggunaan bahasa pada ruang publik lembaga pemerintah dan swasta di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Data kemudian dianalisis melalui metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beragam sistem bahasa dan kesalahan berbahasa pada ruang publik Kota Surakarta. Sistem bahasa yang digunakan, yaitu monobahasa, dwibahasa, dan multibahasa. Monobahasa dalam bahasa Indonesia banyak digunakan pada lembaga pemerintah, sedangkan dalam bahasa Inggris banyak digunakan pada lembaga swasta. Bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Adapun, kesalahan berbahasa berupa kesalahan penulisan huruf, kata, singkatan, dan tanda baca. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemerintah daerah dan setiap pembuat tulisan di ruang publik. Oleh karena itu, sosialisasi penggunaan bahasa yang baik harus lebih masif dilakukan supaya kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menggunakan bahasa di ruang publik.

Keywords

ruang publik; navigasi; bahasa negara

Full Text:

PDF

References

Artawa, K. (2019). Balinese in Public Spaces in the Context of Tradition and Globalization : a Linguistic Landscapes Study in Kuta Village. First Malay Semiotics Seminar.

Artawa, K., Mulyanah, A., Atmawati, D., Paramarta, I. M. S., Satyawati, M. S., & Purnawati, K. W. (2023). Language Choice and Multilingualism on Restaurant Signs: A Linguistic Landscape Analysis. International Journal of Society, Culture & Language, 1–14.

Assapari, M. M. (2014). Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Perkembangannya di Era Globalisasi. Prasi, 9(35), 29–37. Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/PRASI/article/view/8943/5776

Badan Bahasa. (2016). Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik. Retrieved from https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/berita-detail/1593/pengutamaan-bahasa-indonesia-di-ruang-publik

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan yang Disempurnakan V.

Blommaert, J. (2013). Ethnography, Superdiversity, and Linguistic Landscapes: Chronicles of Complexity. Bristol: Multilingual Matters. https://doi.org/10.21832/9781783090419

Dasuki, S., dkk. (2015). Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Ruang Publik. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia 2015, 255--266.

Eriyanto. (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu sosial Lainnya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Fatmahwati. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Media Ruang Publik Di Kota Pekanbaru. Suar Betang, 13(2), 131–144. https://doi.org/10.26499/surbet.v13i2.76

Hantono, D., & Ariantantrie, N. (2018). Kajian Ruang Publik dan Isu yang Berkembang di Dalamnya. Vitruvian, 8(1), 43. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2018.v8i1.005

Hendrastuti, R. (2015). Variasi Penggunaan Bahasa pada Ruang Publik di Kota Surakarta (The Language Uses Variation at Surakarta Public Space). Kandai, 11(1), 29–43.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Retrieved from https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic landscape and ethnolinguistic vitality: An empirical study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002

Lynch, K. (1960). The Image of the City. Massachusetts: The Massachusetts Institute of Technology Press.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Mahsun. (2015). Indonesia dalam Perspektif Politik Kebahasaan. PT Rajagrafindo Persada.

Malik, A. (2018). Ruang Publik sebagai Representasi Kebijakan dan Medium Komunikasi Publik. Sawala : Jurnal Administrasi Negara, 6(2), 82–88. https://doi.org/10.30656/sawala.v6i2.914

Maryanto. (2018). Prosiding Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara “Lanskap Bahasa Ruang Publik: Dimensi Bahasa, Sejarah, dan Hukum.” ( dkk Maryanto, Ed.). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Retrieved from https://www.academia.edu/38175552/Prosiding_Semiloka_UNS_2018_DENGAN_SAMPUL_pdf?auto=download&email_work_card=download-paper

Mulyana, D. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia, (007313), 1–28.

Purnanto, D., Yustanto, H., Ginanjar, B., & Ardhian, D. (2021). English Operation in Public Space: Linguistic Landscape in Culinary Business of Surakarta, Indonesia. Journal of Language and Linguistic Studies, 18(1), 345–360. https://doi.org/10.52462/jlls.186

Sahril, dkk. (2019). Lanskap Linguistik Kota Medan: Kajian Onomastika, Semiotika, Dan Spasial. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan. https://doi.org/10.26499/mm.v17i2.2141

Sasangka, S. S. T. W. (2018). Gapura Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Elmatera.

Spolsky, B., & Cooper, R. (1991). The Languages of Jerusalem (pp. 433–449). Oxford: Clarendon Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780198239086.001.0001

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Supriadi, Y. (2017). Relasi Ruang Publik dan Pers Menurut Habermas. Jurnal Kajian Jurnalisme, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.24198/kj.v1i1.12228

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Wahyuni, S. (2016). Representasi Kekuasaan dalam Imbauan di Ruang Publik. Widyaparwa, 44(1), 41–50. https://doi.org/10.26499/wdprw.v44i1.114

Widiyanto, G. (2020). Meneroka Lanskap Linguistik: Kasus di Stasiun Solo Balapan Surakarta. Unika Atma Jaya, (1997), 177–182.

Yogyakarta, D. K. K. (2021). Perjanjian Giyanti. Retrieved from https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/perjanjian-giyanti

Refbacks

  • There are currently no refbacks.